Archive for Juli, 2011


Hidup. . .

adalah permainan,

Sebuah jalan.

Dan juga ladang subur sebagai modal

Sebuah Permainan

yang kita sendiri memainkan perannya

Yang kita sendiri menanggung resikonya.

Meski kaki dan tangan ini

Walau hati dan pikiran ini

Ada yang memegang

Ada yang mengatur.

Adalah sebuah jalan

Yang tergantung kita untuk menempuhnya

Yang terserah kita untuk mengarunghinya.

Ada jalan licin dan menggelincirkan

Juga jalan terjal lagi melelahkan. . .

Yang pasti

Tuhan telah menyediakan.

Baik dan buruk. .

Untuk Selamat atau terpuruk. .

Hidup juga adalah modal,

Lahan paling subur

Dalam menuai hasil untuk akhirat yang makmur. .

Hanya orang bodoh yang mengagungkan dunia. .

Cuma orang bodoh yang

Dirinya rela diperbudak oleh dunia

Bukankah hidup ini cuma tempat persinggahan. !?

Ironis memang. .

Hiasan Ini

Kenikmatan ini

selalu berhasil menyilaukan pandangan siapa saja

.

Ingat……

Dalam hidup……

Selalu ada yang namanya……

Pilihan. . . .

Selalu ada yang disebut……

Dengan sebuah Harapan. . . .

Kebahagiaan,
Sebuah Penentuan,
Hasil kerja Keras,
Jodoh,
Rizki,
bahkan
Kematian sekalipun, adalah sesuatu yang pasti
dan digariskan dalam hidup ini,
Itu semua hanya masalah waktu.

Setia.
Mngkin tu adalah kata yang diemban,
Bagi setiap pasangan yang menjalin hubungan. .( biasanya. . .).
Berjanji untuk selalu bersama. .Sampai diikrarkan dalam hati bahwa. .
Kita ini saling memiliki, Tanpa memperdulikan semua yang ada disisi. ..

Kesetiaan. ,
Sebenarnya enggak selalu identik dengan kebersamaan,.
Dengan kehadiran ataupun, Dengan istilah “selalu ada” tuk mendampingi. .

kesetiaan juga bisa dipegang.,
Walau jarak kian membentang.
Yang pasti.
Hanya ada kepercayaan. .
Dan Juga.sebuah kejujuran. .
Ada atau tanpa dia pun. .
Hati selalu berbisik bahwa.
Aku untuknya, miliknya.
Dan Dia pun untukku. .
Juga milikku. ..
Kekuatan kesetiaan,
Enggak selalu diukur dengan.
Seberapa besar intensitas kebersamaan. .
Ataupn seberapa kuat rasa kasih sayang & perhatian.
Yangg diberikan. .
Tapi. .
Kesediaan diri tuk mengemban janji. .
Disaat tidak bertemu lagi,
Bahkan enggak mungkin tuk bersama lgi. ..
Apakah diri ini senantiasa tuk terus setia. ?
Akankah kesetiaan ini Mampu membuat kita terus bersama ???.
Dan bisakah di penghujung usia nanti. .
ku berkata. .”aku masih disini ,masih bersamamu”?
Tak apa lah.
Kalau memang kita mesti terpisah
Tapi yg pazti. .
Disini. .
Hatiku.
Untukmu. . !…

Mungkin ini adalah salah satu dari sekian peristiwa penting dalam kehidupan Rasulullah SAW. Peristiwa detik-detik dimana wafatnya Rasulullah selalu membekas bagi siapa saja terutama kita selaku umatnya.. Tidak ada satu pun peristiwa yang demikian lengkap, detil, yang menceritakan sebuah kisah selain peristiwa berpulangnya junjunan mulia terkasih Muhammad SAW,

 

Demikian indah tergambar hubungan yang sangat erat antara para sahabat dengan Rasulullah disaat beliau akan menghabiskan waktunya didunia, tergambar ikatan hubungan bathin yang kokoh, menghujam, menyeruak masuk kedalam relung-relung hati para sahabat dan sahabiyat. rasa cemas. khawatir yang dilandasi cinta yang tulus mampu menyelimuti para sahabat, takut kalau akan seperti nasib anak ayam yang kehilangan induknya. Salah satu isyarat Rasulullah akan meninggal dunia adalah Khutbah Arafah,. Namun sebelum kepergiannya, beliau memberikan beberapa wasiat, yaitu

1.)  Wasiat mengharamkan menumpahkan darah

2). Wasiat menghapuskan ribawi

3). Wasiat menghapuskan dendam

4). Wasiat menjauhi sekecil apapun bentuk ketaatan kepad syetan

5). Wasiat bahwa Bumi ini sudah tua usianya

6), Wasiat tentang hak dan kewajiban suami dan istri,

7). Wasiat pegangan hidup

8). Wasiat persaudaraan islam

9). Wasiat tentang persamaan hak..

Pada uraian selanjutnya. akan saya jelaskan satu persatu di lain kesempatan  ,. . .. “(to be continued)”


 

Hidup,,
Tidak selamanya lurus.._
Namun,, bukan berarti gak bisa berliku..
Selalu ada yang namanya Jalan..
Meski tak seindah yang dibayangkan..

Terkadang,,
butuh terjalnya kerikil & semak berduri
Untuk selalu waspada dalam melangkah ,
berucap,,
Dan hati_hati menginjak pada titian tangga kehidupan..

Terkadang ..
Hidup juga Butuh Masalah
Agar tahu seberapa mampu diri kita,,
Sebarapa keras Benak kita tuk berfikir
Dan bertekad Hati bahwa…
“Aku Bisa”
Sukses seperti mereka..
Tabah seperti mereka

Terkadang,,
Butuh Kompas Nahkoda untuk petujuk jalan kehidupan
Aga bisa memfokuskan diri
Dikala tersesat dalam kelalaian..
dan terperangkap dalam jala keterpurukan

Terkadang,,,
Juga butuh Pengorbanan
Agar tahu..seberapa besar indahnya hati
Untuk membahagiakan orang..
Walau remuk tulang terasa..
Meski tetes Darah yang kian menyiksa

Terkadang,,
Kita juga butuh air mata
Agar tahu caranya merendahkan diri..
Merasa dengan hati.
di saat masalah yang kian terbukti
Bisa jadi pilihan emosi…

Terkadang,,
Butuh di cela,dicaci,,atau bahkan dimaki
supaya tahu, caranya membesarkan hati..
Dan tingginya makna nilai menghargai
Sakit memang,, tapi itulah hidup..

Terkadang ,,
Butuh yang namanya Senyuman..
Agar kita slalu membumbungkan hati
Untuk tenang….
Dan menenangkan..

Terkadang,, Ada kalanya butuh Orang lain
untuk kita berkasih sayang
Dan Mengacungkan jari bahwa
Aku ada
Disini
Untuk Berbagi
;
;(21-07-2011)